Berdasarkan pemberitaan yang dilansir dari Planetepsg, manajer Arsenal, Mikel Arteta, tidak dapat menyembunyikan kemarahannya setelah laga sengit melawan Paris Saint-Germain (PSG). Juru taktik asal Spanyol tersebut menilai timnya telah dirugikan oleh keputusan pengadil lapangan dalam pertandingan final yang mempertemukan kedua klub raksasa Eropa tersebut.
RELATED STORIES
Kemarahan Arteta dipicu oleh insiden kontak fisik di dalam kotak terlarang antara bek kiri PSG, Nuno Mendes, terhadap penyerang Arsenal, Noni Madueke. Menurut laporan media, pelatih berumur 44 tahun itu mengklaim bahwa pelanggaran keras tersebut seharusnya berbuah tendangan penalti demi keuntungan The Gunners.
"Ketika saya melihat kembali momen itu, tindakan Nuno Mendes pada Noni Madueke sangat jelas bisa menjadi penalti. Terutama jika kita mengingat standar penalti yang diberikan dalam kompetisi ini sepanjang tahun," ketus Mikel Arteta saat berbicara di hadapan awak media pada stasiun televisi TNT Sports.
Dari pantauan redaksi di media, Arteta juga menyoroti ketidakkonsistenan wasit dalam mengambil keputusan krusial yang mengubah jalannya laga. Ia membandingkan insiden Madueke dengan pelanggaran yang melibatkan Cristhian Mosquera, yang justru berujung pada hadiah penalti penyama kedudukan bagi bintang PSG, Ousmane Dembele.
"Wasit mengambil satu keputusan, lalu dia mengambil keputusan lain terkait Cristhian Mosquera, dan itu adalah keputusan yang sangat krusial," tambah pelatih Arsenal tersebut dengan nada sarkas.
Observasi analisis dari jalannya pertandingan menunjukkan bahwa kontroversi kepemimpinan wasit ini berpotensi merugikan mentalitas Arsenal dalam memperebutkan trofi bergengsi. Pertikaian taktik di lapangan akhirnya terbayangi oleh perdebatan mengenai keputusan VAR dan keputusan subjektif wasit utama.
READ ALSO
PSG Incar Enzo Fernandez: Chelsea Patok Harga 100 Juta Euro — Paris Saint-Germain masuk dalam persaingan untuk merekrut Enzo Fernandez dari Chelsea dengan nilai t...