Menjelang pertandingan final Liga Champions yang mempertemukan Paris Saint-Germain dan Arsenal, situasi panas sempat menyelimuti sang analis Canal+, Samir Nasri. Menurut laporan dari harian Le Parisien, mantan pemain tim nasional Prancis tersebut sempat mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan berupa hinaan dari sejumlah pendukung Paris Saint-Germain saat melakoni tugas penyiaran pada laga semifinal leg kedua di Munich.
RELATED STORIES
Berdasarkan pantauan redaksi, Samir Nasri akhirnya memberikan klarifikasi resmi mengenai kabar miring tersebut kepada media L'Equipe. Mantan gelandang Olympique de Marseille ini membenarkan adanya tindakan verbal yang menyerang ranah pribadinya, termasuk hinaan terhadap sang ibu, namun dirinya menganggap bahwa gesekan emosional seperti itu sudah menjadi bagian dari risiko pekerjaan bagi seorang mantan ikon klub rival.
Menurut pengamatan tim redaksi di lapangan, spekulasi yang menyebutkan bahwa Samir Nasri mundur dari jajaran kru tepi lapangan di Budapest akibat rasa takut atau trauma langsung dibantah keras oleh sang analis. Dirinya menegaskan bahwa jika ia selalu memedulikan intimidasi dari bangku penonton, ia sudah sejak lama meninggalkan dunia pertelevisian dan enggan menginjakkan kaki lagi di dalam stadion sepak bola.
Dari pantauan redaksi, keputusan Canal+ untuk tidak menempatkan Samir Nasri di pinggir lapangan pada laga puncak akhir pekan nanti murni didasarkan pada strategi penyiaran. Pihak stasiun televisi menilai bahwa kehadiran figur legendaris yang memiliki keterikatan emosional kuat dengan kedua finalis, seperti Robert Pires yang merepresentasikan Arsenal dan David Ginola di kubu Paris Saint-Germain, akan jauh lebih menarik minat pemirsa.
Berdasarkan riwayat kariernya, hubungan Samir Nasri dengan basis pendukung Arsenal sendiri memang diketahui kurang harmonis sejak keputusannya membelot ke Manchester City pada tahun 2011 silam. Oleh karena itu, sang pengamat sepak bola merasa posisinya yang cenderung netral dalam laga ini membuat keputusan untuk menyerahkan slot laporan langsung lapangan kepada rekan-rekannya adalah langkah yang sangat tepat.
READ ALSO
PSG Siap Kucurkan 125 Juta Euro demi Boyong Julian Alvarez — Paris Saint-Germain dilaporkan bersedia memenuhi tuntutan 125 juta Euro dari Atlético de Madrid untu...